Rontoknya majalah Cakram yang sebelumnya sudah dapat diprediksi sebelumnya ketika tongkat komando PT. Matari Adv (perusahaan induk Cakram) beralih, dari Ken T Sudarto kepada anaknya Michael Sudarto.
Menurut saya kemunduran Cakram, bahkan kebangkrutan media tersebut dimulai ketika mereka tergoda untuk merubah positioning mereka dari majalah industri menjadi majalah gaya hidup yang belakangan menjadi tren dalam industri media.....
Dalam konteks manajemen terlihat di sini sebuah perencanaan yang salah,
Cakram pada awalnya lahir untuk kebutuhan pelaku industri, khususnya industri periklanan. Meskipun dengan oplah yang relatif kecil (tidak lebih dari 10000 eksemplar), tetapi majalah ini telah memiliki segmen yang jelas dan memiliki prospek yang cerah di masa depan.
Kasus Cakram memberikan pelajaran kepada kita betapa pentingnya kata "fokus" dalam melaksanakan sesuatu.....
Mereka hancur karena tidak konsisten terhadap apa yang mereka rencanakan pada awal berdirinya. Sungguh sayang, sebenarnya mereka memiliki sumberdaya berupa Matari (perusahaan induk) yang memiliki bidang serupa (industri periklanan)....
Sayang sungguh sayang,
Saya jadi teringat kata seorang teman, FOKUS!, FOKUS!! dan FOKUS!!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment